Makanan yang masuk kedalam tubuh saya, adalah asupan gizi bagi sumber energi yang mampu membuat tubuh saya beraktivitas dengan baik. Makanan itu yang akan menentukan apakah tubuh ini mendapatkan sumber energi yang sehat atau malah makanan ini akan menjadi sumber penyakit bagi tubuh saya. "Apakah saya pernah salah makan?"
Saya akan berusaha bertanya, 'Ini makanan apa?" Karena saya prediabetic, maka kalau itu manis sekali, saya harus menghindarinya. Kalau ini berlemak tinggi, maka itu jangan sampai banyak masuk ke mulut saya. Kalau itu dicecap terasa bau basi, berarti kalau saya terus memakannya akan berakibat diare. Kalau gigitan awal terasa asin sekali, bisa-bisa saya tidak perlu memakannya semua. Makanan yang akan saya makan, akan terasa di gigitan atau suapan pertamanya. Akan saya makan terus, akan saya nikmati dgn enak, akan saya hentikan makannya, itu terasa di awal proses makan saya.
Sama dengan berita yang saya terima setiap saat di HP atau sosmed saya. Berita itu berguna, menghibur atau hoax, akan terasa saat saya membacanya. Segala karunia Tuhan berupa nalar dan nilai yang sudah saya pelajari akan menilai saat saya membacanya. Itu yang akan membuat saya merasakan apakah berita itu _bergizi_ buat saya. Akankah berita ini berguna? Adakah keanehan nalar yang terasa di berita itu? Bila ada nilai-nilai indah, maka saya ingin menyimpannya atau berbagi dengan orang lain. Sama saat saya ingin berbagi akan kue lezat yang saya terima hari ini.
Saat saya merasa ada yang salah dan meragukan dengan berita itu, apakah saya akan menyebarkannya kepada orang lain? Sama saat saya merasa ada yang aneh dengan gigitan pertama suatu roti, akankah saya serahkan roti itu ke anak saya agar anak saya merasakannya juga? Atau saya akan berpikir, 'Roti ini basi dan saya tidak pingin memakannya, biar saya berikan ke orang lain saja, siapa tahu orang lain bilang roti ini enak." Kalau nanti dia juga merasa itu basi, ya saya tinggal bilang, "Ya jangan dimakan lha."
Saya senang kalau bisa dikenal sebagai orang yang suka berbagi makanan. Saya pikir semua orang suka bila diberi makanan. Tapi rasanya saya akan malu dan bersalah kalau makanan yang saya bagikan tidak pernah saya uji kualitas dan nilai gizinya. Lalu semua orang akan meremehkan nilai pemberian saya, akankah saya sedih?
Sama dengan itu, saya juga akan menilai tiap berita yang saya terima dan bagikan buat orang lain, agar orang lain juga bertumbuh karena berita yang saya bagikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar