Di sepanjang hidup saya banyak kebaikan orang yang saya terima. Kebaikan-kebaikan itu yang menutupi banyak kekurangan, kelemahan atau bahkan kecerobohan yang saya lakukan. Orang-orang yang telah mau merelakan haknya demi saya. Apa yang bisa saya doakan untuk orang-orang baik itu?
Pada suatu liburan panjang Lebaran, seorang pelanggan menelpon meminta kiriman pesanannya. Saya bilang bahwa kita sudah libur, barang akan kita kirim saat masuk nanti. Pelanggan itu marah dan mendesak utk mengirimnya saat itu, karena justru saat liburan itu sedang dilakukan perawatan dan perbaikan di pabriknya dan alat itu akan dipasang saat ini. Saya bingung, saya sudah di Bondowoso, seorang rekan ternyata juga sudah mudik ke Yogya. Tidak mudah untuk meninggalkan keluarga saat liburan dan balik ke Surabaya sendiri, pasti ini akan menimbulkan keributan besar. Di awal bisnis bengkel itu, kita bertiga. Seorang rekan lagi ternyata masih di Surabaya, tidak mudik, dia bersedia menguruskan masalah ini. Saya sangat lega, masalah terselesaikan dengan baik. Saya berdoa, agar saya selalu mengingat akan kebaikan teman ini, dia yang rela menolong saya menyelesaikan masalah ini. Paling tidak doa itu terkabul saat kita harus berpisah secara bisnis. Dia harus keluar dari kongsi kita. Ingatan akan kebaikan itu yang membuat saya bisa terus mempertahankan hubungan baik dengannya sampai saat ini.
Seorang rekan penatua suatu saat bertanya, “Benarkan kamu yang berniat untuk menjegal dia?” Saya menjawab dengan lugas ,”Tidak!” Pertanyaan itu mengesankan suatu rasa kurang enak terhadap suatu keputusan yang memang harus saya ambil. Saya mengambil keputusan itu dengan penuh pertimbangan yang benar dan bisa saya pertanggungjawabkan. Bukan cuma saat saya ditanya orang, tapi juga saat saya berdoa sendiri. Hati saya harus bisa damai dan tenang dihadapan Tuhan berkenaan dengan semua keputusan dari wewenang saya. Orang itu saat itu melakukan sesuatu yang membuat saya tidak bisa mendukung dia. Kemudian saya bercerita tentang hal yang menjamin saya tidak akan berbuat jahat pada orang itu. Cerita yang akan saya ingat di sepanjang umur saya. Saat itu 1991, KPR Dipo punya acara besar. Pentas tari dan musik Gema Cinta Allah, di Go skate, targetnya pengunjung penuh, enam ribu lima ratus orang. MJ bilang boleh bikin acara, tapi tidak ada anggarannya. Kita kerjakan. Menjelang hari H, tiga hari itu saya tidak pulang rumah. Menggelandang di tiga tempat antara Dipo, Darmo Optical di Raya Darmo nomer delapan tempat semua dekorasi dipersiapkan dan Go Skate Embong Malang. Saya tidak punya kendaraan, sebagai ketua panitia saya harus mengkoordinasikan semuanya. Belum ada HP, tidak ada kendaraan apa-apa, bagaimana mobilitas saya? Teman ini meminjamkan sepeda motornya, Yamaha Autolube Merah. Saya juga tidak jelas bilang mau dipinjam berapa lama, tapi saat itu saya bawa selama tiga hari itu. Saat mengembalikannya, saya juga tidak ingat apa sudah saya isi bensin kembali. Rasanya juga tidak, karena memang saya tidak punya uang. Uang saku harian saya sangat minim, yang bisa habis untuk sekali makan siang saja. Teman ini begitu baik, tidak pernah sekalipun dia marah atau ngrasani tentang kenakalan saya itu. Kebaikan itu yang selalu saya ingat. Dia sendiripun mungkin lupa, tapi setelah lebih dua puluh tahunpun saya masih tetap mengingat kebaikan orang itu.
Untuk semua orang-orang baik di hidup saya, apa yang pernah saya doakan untuk mereka? Sejujurnya, saya tidak pernah berdoa untuk memohonkan berkat Tuhan yang melimpah buat mereka. Doa yang mungkin harus saya lakukan sebagai balas jasa kebaikan mereka. Tapi saya merasa bahwa Tuhan itu Maha Tahu, Dia tahu kebaikan orang-orang itu dan Tuhan yang Maha Baik itu juga pasti akan melimpahkan banyak kebaikanNya juga pada orang-orang ini. Yang selalu saya doakan saat saya menerima kebaikan-kebaikan itu adalah “Tuhan, ingatkan saya selalu bahwa orang ini sudah berbuat baik pada saya hari ini.” Doa yang diharapkan bisa juga saya ingat saat kolerik saya kumat. Saat ada masa-masa di mana hubungan itu menjadi tidak nyaman lagi. Doa yang mungkin akan terkabul saat saya merasa marah dan kecewa dengan orang-orang itu. Semoga Tuhan berkenan senantiasa mengabulkan doa saya ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar