Saya jadi ingat kata itu saat saya ada dalam keseharian bekerja untuk pengadaan bantuan medis dalam masa wabah covid19 ini.
"Disini beli desinfektan cuma seorang boleh beli dua" pesan yang masuk.
"Kamu khan bertiga, masing-masing beli dua, lalu masuk beberapa kali"
"Siap!!!"
Membanggakan memang lihat semangat seperti itu. Semangat kuat untuk bisa mendapatkan barang agar kita bisa membantu orang lain. Mulia terasa.
Seandainya kita tidak memborong habis barang itu, apa barang itu akan tetap di sana dengan tak berguna? Akankah barang itu tidak akan dibeli dan dipakai untuk desinfektan bagi sesama kita? Bisa jadi setelah kita, ada orang lain yang kecewa karena saat dia butuh, dia tidak mendapatkannya.
Lalu kita salah? Lha wong kita memborong untuk menbantu orang lain juga?
Kalau ada hal lain yang bisa kita lakukan,adalah berbagi keprihatinan ini. Berbagi keprihatinan agar mereka yang punya dan sudah menyimpan dalam jumlah berlebihan bisa berbagi dengan yang benar-benar membutuhkan.
Berbagi keprihatinan tidak dengan membebani *kurva Demand-Supply* dengan memborong di pasar, sehingga demand/permintaan naik yang bisa dimanfaatkan untuk menaikkan harga seenaknya. Mari bergerak dengan menyumbang di area Supply/ketersediaannya sehingga kita tidak menjadi predator yang membebani pasar.
Meningkatkan ketersediaan barang dengan menggugah kesadaran orang-orang yang punya fasilitas untuk membantu. Mereka yang punya fasilitas produksi farmasi ayo buat desinfektan atau vitamin yang sedang langka, memang saat ini mereka tidak pernah buat, tapi bukan berarti mereka tidak bisa. Karena saat kondisi normal pertimbangan bisnis adalah pandu utama positioning mereka. Yang punya ijin import alat kesehatan, ayo kita import lebih banyak lagi, perluas jalur-jalur yg sudah kita punya. Yang punya produksi wadah-wadah plastik, ayo kita salurkan sementara untuk wadah bantuan-bantuan yang akan juta berikan ini. Kita perlu menggerakkan mereka yang sudah di bidang itu agar mutu bantuan kita itu terpercaya, diolah oleh mereka yang sudah punya kompetensi untuk itu.
Saat kondisi menjadi darurat, kita tidak terpanggil menjadi predator. Kita harus berani lebih repot, berani lebih sulit agar kita tidak malah merepotkan dan menyulitkan sesama kita, walau niat baik yang ingin kita haturkan.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar