06 April 2022

Yang Bukan Pengorbanan yang Membebaskan

Katanya tema Paskah kita kali ini adalah “Pengorbanan yang Membebaskan”, lalu ada pertanyaan apa memang ada pengorbanan yang tidak membebaskan? Adakah fenomena suatu pengorbanan yang malah membelenggu?

 

Pengorbanan yang membebaskan itu, merujuk pada pengorbanan Yesus untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa. Dosa, karena itu akar dari segala keterpurukan manusia di hadapan Tuhan. Yesus melakukan pengorbanan untuk sebuah pembebasan dari dosa, akar segala masalah itu. Itulah pengorbanan yang membebaskan.

 

Di dunia saat ini banyak orang yang juga mau berkorban untuk membebaskan orang lain dari masalah yang dihadapinya, tapi apa pengorbanannya itu benar-benar membebaskan orang lain? Bagaimana kita bisa memanfaatkan pengorbanan itu agar kita bisa benar-benar terbebaskan? Bebas dari akar masalah kita, bukan sekedar bebas untuk kemudian terbelenggu lagi oleh suatu kondisi baru. Ada beberapa fenomena menarik yang sedang muncul saat ini.

 

Dulu, untuk bisa mengerti suatu hal itu belajarnya sulit. Suatu contoh ingin membuat suatu jenis kue, harus cari buku resepnya dan harus cari kenalan atau keluarga yang sudah terbukti hasil kue dan masakannya enak. Kemudian belajar dari beliau-beliau ini. Kini masa itu telah lewat. Kini di Youtube sudah tersedia banyak tutorial tentang aneka cara membuat kue dan masakan. Itulah pengorbanan banyak orang untuk berbagi dan membebaskan orang lain  dari ketidaktahuannya. Tapi siapa mereka? Dulu kita belajar dari orang yang kita percaya kredebilitasnya hasil karyanya, sekarang kita bisa belajar dari Youtuber muda yang tidak ketahuan bagaimana rekam jejaknya yang penting sudah bisa kita lihat dan kita praktekkan tutorialnya. Pertanyaan sederhananya apa benar dia juru masak yang handal? Tidak salah dengan mereka, mereka tetap adalah orang baik yang mau berbagi ilmu. Tetapi di sisi generasi muda kita, apakah ada semangat untuk sadar bahwa itu adalah sekedar pintu masuk, tetap harus ada proses belajar lain yang lebih keras yang harus dijalani dengan cara-cara yang bisa jadi tidak semudah nonton Youtube. Pengorbanan itu sudah membebaskan namun kemudian membelenggu dengan kondisi lain, biusan kemudahan.

 

Kondisi kehidupan saat ini semua dimudahkan oleh komputer, laptop dan telepon pintar. Segala hal bisa dimudahkan dengan aplikasi. Anak-anak bisa menjadi begitu terbantunya dengan segala hal itu. Kemudian semua orang menjadi berminat belajar komputer, telepon pintar dan aplikasi agar bisa berbuat sesuatu untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Cabang-cabang ilmu utama menjadi sepi peminat karena dirasa kurang sakti melawan perangkat-perangkat itu. Selama ada perangkat-perangkat itu seakan semua masalah bisa diatasi. Padahal, perangkat-perangkat itu hanya sebuat piranti penunjang. Semua alat itu harus diprogram, dan pembuat program itu haruslah orang-orang yang memahami dasar-dasar ilmu yang tepat dan mendalam. Sebuah layar sentuh itu tercipta bukan karena ada orang yang bisa memasukkan pertanyaan “Bagaimana cara membuat layar sentuh?” di google lalu muncullah tutorialnya. Selama belum ada orang yang menciptakan layar sentuh dan menuliskannya di internet, pertanyaan itu tak akan terjawab. Butuh orang yang punya ilmu fisika, elektronika, ilmu material atau ilmu lainnya untuk bisa berkolaborasi berinovasi menciptakan satu piranti macam layar sentuh itu. Pengorbanan komputer dan piranti itu untuk membebaskan orang dari kesulitannya, bisa membelengu melalui kesan bahwa inilah piranti terhebat.

 

Banyak kemudahan yang adalah hasil pengorbanan banyak orang baik yang telah membebaskan kita dari banyak kesulitan, kiranya tidak malah memadamkan semangat untuk mau bersusah payah belajar. Hal ini kiranya memberi ruang bagi nilai-nilai lama yang harusnya terus dikembangkan agar bisa lebih banyak lagi pembebasan yang bisa kita lakukan.

 

Belajar teori dan ilmu-ilmu yang katanya sudah tidak populer lagi itu, akan membuat seseorang mampu mengembangkan suatu masalah, topik atau produk dengan lebih baik, karena dari teori itulah suatu keadaan bisa dianalisa untuk bisa disesuaikan pemanfaatannya. Banyak pengorbanan yang sudah membebaskan dari banyak masalah terdahulu kiranya tidak malah membelenggu akibat keengganan untuk belajar dengan keras, mendalam dan makin dalam. Semoga Paskah menguatkan kita akan teladan pengorbanan yang membebaskan untuk makin mendatangkan kerajaan Allah dimuka bumi ini.

 

Tidak ada komentar: