Pagi itu anak saya datang dengan laptopnya dan meminta kesan akan presentasi yang akan dilakukannya. Saya baru saat itu dengar tentang Shopee Tanam ini. Jadi jangan berharap setelah baca tulisan ini anda akan jadi mengerti soal Shopee Tanam ini, gak dijamin! Yang bisa saya perhatikan dari presentasi itu cuma alur dan polanya saja. Malah saat itu saya yang belajar tentang hal baru. Dunia dan usaha baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Shopee Tanam!
Shopee adalah aplikasi belanja online, seperti Tokopedia, Blibli, Lazada dan lainnya. Shopee membuat aplikasi permainan/game bernama Shopee Tanam. Orang bisa memilih bibit lalu menanamnya secara online, menanam juga berarti perlu menyirami dan merawatnya secara rutin. Pemainnya bisa menentukan kapan akan memanen hasilnya, ada pilihan memanen untuk jangka waktu yg cukup lama dengan imbalan hasil panen yang lebih besar. Hasilnya adalah point yang bisa dibelanjakan di Shopee. Tujuan game ini untuk menjaga keterikatan hubungan dengan Shopee, semakin lama merawat tanaman maya ini, akan semakin lama interaksinya dengan Shopee, yang diharapkan bisa menghasilkan nilai transaksi yang lebih besar di Shopee. Ide ini menarik, membangun kedekatan dan keakraban relasi di dunia maya.
Dengan ibadah dan banyak kegiatan dilakukan dengan daring (online), saya berpikir bahwa komunitas daring itu begitu cair dan bebas, yang tidak bisa diatur kedekatannya. Para viewer itu bebas datang dan pergi sesuka hatinya, dan tidak ada cara mengelolanya. Sulit memang iya, tapi bukan berarti tidak ada cara. Sulit karena ini cara yang baru dan benar-benar baru, bukan seperti cara lama yang sudah lazim dilakukan. Ternyata ada juga contoh cara membangun kedekatan secara vitual.
Anak saya kuliah psikologi lalu apa urusannya dengan program game ini? Dia meneliti apakah ada pengaruh suasana hati (mood) dengan keputusan untuk mau memilih jangka waktu yang lama di proses menanam maya ini. Semakin lama memang Shopee akan memberikan hasil point yang lebih banyak, dan Shopee bisa mendapatkan rentang relasi yang lebih lama. Dia meneliti bagaimana cara merekayasa suasana hati ini. Misalnya dengan memberikan kiriman konten-konten yang lucu akan membuat orang menjadi punya mood baik yang mempengaruhi agar keputusannya mau mengambil rentang waktu penanaman yang lama.
Saya jadi terperangah, walau dunia ini sudah berubah, segala perubahan itu tetap memberi peluang agar bisa menemukan usaha-usaha baru untuk mengatur dan mengendalikannya. Yang penting mau belajar. Apa yang saya bisa lakukan di pelayanan? Menjamin kedekatan sudah bukan dengan berlaku tidak rewel saat ada yang mengajukan pengembalian bon. Shopee Tanam sudah jauh dari itu. Konsep Shopee Tanam dah memamerkan paradigma baru yang mau tidak mau harus saya pelajari dan berusaha saya terapkan kalau masih mau ada di dunia pelayanan yang katanya sudah harus ada daringnya ini. Ternyata selalu ada jalan baru. Jalan Shopee Tanam!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar