08 April 2022

Mesin

Dari kecil saya suka melihat mesin. Sayangnya, tidak banyak mesin yang saya punya di sekitar saya. saya cuma pernah punya sepeda jengki Phoenix, saya juga pernah menemukan gramafone di gudang rumah. Dua barang itu yang pernah saya bongkar habis dan saya bisa dengan baik bongkar pasang dan memperbaikinya. Cuma dua barang itu yang bisa saya pelajari dengan baik. Dulu pernah juga saya membongkar mesik tik, tapi saya gagal memasangnya balik, saya belajar tentang besi yang bisa patah, pegas dari mesin tik itu. Belum sempat saya pelajari utuh, saya sudah dimarahi dan mesin tik itu dibawa ke tukang servisnya. Mesin selalu menarik buat saya.

 

Hal yang menarik dari sebuah mesin adalah kepastian dari hasil kerja mesin itu. Sepeda ya menghasilkan gerak yang lebih cepat dari pada orang yang jalan kaki. Gramafone menghasilkan suara yang terekam dari guratan yang ada di piringan hitam. Mesin itu dianggap rusak bila ternyata hal itu tidak dapat dihasilkan lagi olehnya. Sepeda tidak bisa jalan, atau jalannya tidak stabil. Gramafone, suaranya makin tidak merdu atau malah tidak dapat diputar lagi. Mesin yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik sesuai dengan yang direncanakan untuk mesin itu. Di dalam mesin ada sistem yang bekerja untuk

memberikan hasil yang diharapkan.

 

Ternyata banyak hal di kehidupan ini yang mirip mesin. Keluarga juga punya fungsi yang di harapkan. Fungsi yang dijalankan dan proses yang terjadi di dalamnya  untuk menghasilkan manusia-manusia baik. Katanya sebagai satuan masyarakat yg terkecil, keluarga akan menjadi penentu kualitas masyarakat yang akan terbentuk. Kalau mesin dan sistem di dalam keluarga benar, katanya penduduk dan masyarakat diharapkan juga jadi berkualitas. Demikian juga organisasi. Organisasi pelayanan yang baik akan menghasilkan karya-karya layanan saat menjalankan tupoksi-nya, tugas pokok dan fungsinya,` dengan baik.

 

Sistem dalam mesin itu akan jadi jaminan, agar input yang masuk menghasilkan output yang sesuai rencananya. Banyak orang akan masuk dalam karya layanan di lingkungan gereja, apa outputnya akan sesuai yang diharapkan? Sistem internal dalam mesin itulah yang menentukannya. Orang yang datang akan mengalami suatu sistem proses yang akhirnya akan membentuknya untuk jadi seperti yang diharapkan. Input selalu adalah bahan baku yang mutunya lebih rendah dari pada output yang merupakan hasilnya. Bagaimana input bisa mengalami pertambahan kualitas, internal mesin itulah yang jadi taruhannya. Apa ada suasana bersistem yang baik. Bila datang saya yang pemalas, apakah sistem bisa menjadikan saya jadi lebih rajin? Apa bila datang saya yang suka berbohong, apakah suasana komunitas ini bisa memperkenalkan saya akan budaya berkata benar? Membangun sistem dan lingkungan berbudaya akan menjadi sesuatu penentu proses pembaharuan apa yang akan terjadi.

 

Di akhir kisah hidup Simson ada cuplikan ayat: “Tetapi rambutnya mulai tumbuh pula sesudah dicukur.” Simson yang sudah terpuruk ternyata bangkit lewat jalan sistem yang sudah ada, yaitu kekuatan pada rambutnya. Di sini mujizat tidak terjadi tanpa pola sistem. Tuhan memakai pakem bahwa kekuatan Simson ada pada rambutnya, saat rambut itu tumbuh, dan dengan pertolongan Tuhan, Simson bisa berkarya lagi, karya terakhirnya. Semoga selalu ada semangat untuk percaya pada pembentukan sistem dan budaya yang baik demi panggilan untuk menghasilkan segala sesatu yang berketeladanan.

 

Tidak ada komentar: