05 Desember 2021

Saya Bukan Malaikat

Di masa Adven saya sering melihat ornament malaikat, karena bisa jadi malaikat adalah pembawa berita sukacita Natal. Kehadiran malaikat dengan berita membahagiakan itu juga saya nantikan. Saya jadi ingat dengan jargon seperti judul di atas itu. Bisa jadi saya sering menyebutkan jargon itu saat ada orang yang membicarakan tentang banyak hal dalam kehidupan saya yang tidak sempurna. Mereka komplain dengan kelakuan saya, mereka komplain dengan karakter saya, mereka komplain dengan apa yang sudah saya lakukan. Saya bisa menjawab mereka dengan: “Saya bukan Malaikat”.

 

Ada kalanya saya menjawab itu berlandaskan ketulusan bahwa saya memang bukan malaikat yang tidak bisa salah. Saya  menyesal bila saya sudah salah. Saya berjanji akan berubah dan terus berusaha berubah. “Saya bukan malaikat” menjadi kunci pembuka permohonan maaf saya. Mohon dimaklumi bila saya salah, tapi saya janji akan terus berusaha berubah.

Ada kalanya saya cukup sakti menggunakan jargon judul tadi, untuk bilang bahwa saya memang bukan malaikat yang katanya sempurna. Jadi jangan pernah minta saya untuk jadi sempurna. Jangan minta saya untuk berubah, saya bukan malaikat. Jargon itu bisa jadi tempat untuk bersembunyi dari semangat pembaharuan yang akan Tuhan mulai dengan Natal. Kalau saya dianggap nakal itu karena saya memang  bukan mailaikat. Kalau ada yang kecewa dengan saya, itu karena saya bukan mailaikat. Saya juga bukan malaikat yang baik, jadi cukup terima saya seperti ini jangan minta saya untuk berubah. “Saya bukan malaikat” bisa jadi tempat bersembunyi yang baik dari semua usaha proses pembaharuan budi yang dituntutkan ke saya.

Bila Natal adalah awal proses karya Allah untuk pembaharuan dunia, maka di masa adven ini, sayapun harus bersiap untuk menyambut karya Allah untuk merubah saya. Apalagi katanya manusia itu akan menghakimi malaikat (1 Kor 6:3). Apa perlu saya masih tetap kukuh pada judul itu hanya sekedar saya malas berubah demi pembaharuan budi? Natal adalah karya Allah yang mengubahkan umat manusia, Adven semoga menyiapkan saya untuk menyambut proses pengubahan oleh Allah demi menyambut kasih Allah yang senantiasa ada itu.

Saya lebih dari malaikat karena Tuhan menganugerahkan akal budi untuk terus berubah oleh pembaharuan budi.

 

Tidak ada komentar: